Pages

Wednesday, September 16, 2009 at 3:28am

Ini jauh dari anganku tentang apa yang aku bayangkan soal kita. Tentang kamu yang ku tahu namanya tapi tidak pernah ku kenal lebih jauh. Saat bukan hanya siluetmu yang dapat kusentuh tapi tak bisa kudekati. Saat tidak ada seorang pun yang bisa memberikan jalan tercepat menggapaimu. Karena masalahnya ada di ketakutanku, ketidak-layakanku ada disampingmu. Mungkin memang melepaskan apa yang aku yakini tak bisa kuraih bukan sesuatu yang bijak. Aku yang tidak pernah melangkah maju demi kamu, hanya diam mengagumi dalam depresi, yang tak pernah menyangka akan menangis untuk kamu yang tidak ku kenal. Kepekaan yang hanya jadi harapanku tentangmu membaca gerakku, karena aku tidak mampu membaca matamu. Dan setiap tuturku tidak sepantasnya menyebut namamu.

Karena memang aku bukan yang layak berada dihatimu. Bukan kasta yg sederajat denganmu. Kamu terlalu mewah, dan aku terlalu naif menyukaimu.

Ini jalanku. Mundur tanpa meninggalkan jejak. Aku masih percaya takdir. Ada yang bisa terjadi diluar jangkauan nalarku. Itu mimpi. Mimpiku tentangmu.

0 komentar:

Posting Komentar

Minggu, 08 Agustus 2010

Wednesday, September 16, 2009 at 3:28am

Ini jauh dari anganku tentang apa yang aku bayangkan soal kita. Tentang kamu yang ku tahu namanya tapi tidak pernah ku kenal lebih jauh. Saat bukan hanya siluetmu yang dapat kusentuh tapi tak bisa kudekati. Saat tidak ada seorang pun yang bisa memberikan jalan tercepat menggapaimu. Karena masalahnya ada di ketakutanku, ketidak-layakanku ada disampingmu. Mungkin memang melepaskan apa yang aku yakini tak bisa kuraih bukan sesuatu yang bijak. Aku yang tidak pernah melangkah maju demi kamu, hanya diam mengagumi dalam depresi, yang tak pernah menyangka akan menangis untuk kamu yang tidak ku kenal. Kepekaan yang hanya jadi harapanku tentangmu membaca gerakku, karena aku tidak mampu membaca matamu. Dan setiap tuturku tidak sepantasnya menyebut namamu.

Karena memang aku bukan yang layak berada dihatimu. Bukan kasta yg sederajat denganmu. Kamu terlalu mewah, dan aku terlalu naif menyukaimu.

Ini jalanku. Mundur tanpa meninggalkan jejak. Aku masih percaya takdir. Ada yang bisa terjadi diluar jangkauan nalarku. Itu mimpi. Mimpiku tentangmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar