Berniat menetralkan semuanya. Mulai dari perasaan sampai sikap. Dan setiap butir kenangan. Meyakinkan diri sendiri tentang apa yang tidak layak diabadikan. Melewati setiap detik tanpa dia yang dulu ada setiap waktu. Menghapus satu warna yang pernah ada di pelangi kehidupanku.
Lalu saat itu semua terwujud, siapa yang senang? Bukan aku. Aku mewujudkan impiannya. Aku meyakini apa yang ia yakini. Aku berusaha merasakan apa yang sudah ia rasakan. Sehingga tidak ada yang tujuannya saling bertolak belakang.
Uuntuk menjadi kuat, harus melewati rasa sakit. Untuk melewati rasa sakit, perlu waktu. Untuk melalui waktu, aku hanya harus melawan diriku sendiri.
Saat aku mengerti. Saat tangisan bukan lagi hal yang berarti dan bukan setitik harapan yang aku cari. Karena melupakan tanpa proses itu takkan pernah ada dan ketakutan pada kehilangan tidak lagi beralasan.
Jika aku menangis sekarang, aku kalah.
Minggu, 08 Agustus 2010
Thursday, July 16, 2009 at 9:24pm
Berniat menetralkan semuanya. Mulai dari perasaan sampai sikap. Dan setiap butir kenangan. Meyakinkan diri sendiri tentang apa yang tidak layak diabadikan. Melewati setiap detik tanpa dia yang dulu ada setiap waktu. Menghapus satu warna yang pernah ada di pelangi kehidupanku.
Lalu saat itu semua terwujud, siapa yang senang? Bukan aku. Aku mewujudkan impiannya. Aku meyakini apa yang ia yakini. Aku berusaha merasakan apa yang sudah ia rasakan. Sehingga tidak ada yang tujuannya saling bertolak belakang.
Uuntuk menjadi kuat, harus melewati rasa sakit. Untuk melewati rasa sakit, perlu waktu. Untuk melalui waktu, aku hanya harus melawan diriku sendiri.
Saat aku mengerti. Saat tangisan bukan lagi hal yang berarti dan bukan setitik harapan yang aku cari. Karena melupakan tanpa proses itu takkan pernah ada dan ketakutan pada kehilangan tidak lagi beralasan.
Jika aku menangis sekarang, aku kalah.
Lalu saat itu semua terwujud, siapa yang senang? Bukan aku. Aku mewujudkan impiannya. Aku meyakini apa yang ia yakini. Aku berusaha merasakan apa yang sudah ia rasakan. Sehingga tidak ada yang tujuannya saling bertolak belakang.
Uuntuk menjadi kuat, harus melewati rasa sakit. Untuk melewati rasa sakit, perlu waktu. Untuk melalui waktu, aku hanya harus melawan diriku sendiri.
Saat aku mengerti. Saat tangisan bukan lagi hal yang berarti dan bukan setitik harapan yang aku cari. Karena melupakan tanpa proses itu takkan pernah ada dan ketakutan pada kehilangan tidak lagi beralasan.
Jika aku menangis sekarang, aku kalah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar